Lewati ke konten
Kota Berkelanjutan
Kereta MRT Jakarta di peron stasiun

Knowledge hub transportasi hijau Indonesia

Apa yang benar-benar bekerja untuk menurunkan emisi transportasi kota?

Video: VulcanSphere · CC BY 4.0. Foto: Sulthan Naufal · CC BY-SA 4.0. Keduanya dari Wikimedia Commons.

  • 4/8

    kota pembagian modanya tertelusur ke dokumen sumber

  • 16

    sub-pilar kebijakan ditulis lengkap

  • 8

    profil kota memakai indikator yang setara

  • 4

    artikel dengan sitasi pada tiap angka

Pusat pengetahuan dan analisis data transportasi hijau Indonesia. Kebijakan, indikator kota, dan berkas datanya disusun dengan satu definisi yang sama — supaya angkanya bisa dibandingkan, dikutip, dan ditelusuri sampai ke dokumen sumbernya.

Kerangka utama

Avoid → Shift → Improve

Urutannya bukan selera. Perjalanan yang dihindari selalu lebih murah daripada perjalanan yang dipindahkan, dan yang dipindahkan lebih murah daripada yang diperbaiki teknologinya.

Lihat 16 sub-pilar
  1. 01Avoid

    Menghindari dan mengurangi kebutuhan perjalanan. Ranah perencanaan tata ruang.

    Kota Kompak · Pembangunan Berorientasi Transit (TOD) · Transportasi Aktif · Manajemen Kebutuhan Transportasi (TDM)

  2. 02Shift

    Memindahkan perjalanan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum berkapasitas tinggi. Ranah perencanaan transportasi.

    Bus Rapid Transit (BRT) · Angkutan Rel Perkotaan & Antarkota · Bus Kota & Mikrotransit · Jalan Berbayar (Congestion Charging)

  3. 03Improve

    Memperbaiki teknologi kendaraan dan bahan bakar. Ranah rekayasa.

    Kendaraan Listrik Baterai (BEV) · Elektrifikasi Angkutan Umum · Standar Bahan Bakar & Emisi · Bahan Bakar Alternatif & Sintetis

  4. 04Transportasi Berkelanjutan

    Pilar payung: isu lintas-sektor dan target agregat.

    Dekarbonisasi Transportasi · Penghentian Kendaraan ICE · Zona Rendah Emisi (LEZ) · Polusi Udara Terkait Lalu Lintas (TRAP)

Empat pintu masuk

Mulai dari kebutuhanmu

Tidak semua pembaca datang dengan pertanyaan yang sama. ASN daerah biasanya mulai dari kota atau indikator, jurnalis dari kronologi isu, mahasiswa dari knowledge base.

  • 01 · KEBIJAKAN

    Knowledge Base

    Penjelasan kebijakan terstruktur: definisi, mekanisme kerja, indikator pengukuran, tantangan, dan sitasi.

    Jelajahi kebijakan
  • 02 · KOTA

    Profil Kota

    Delapan studi kasus dengan definisi indikator yang sama, supaya perbandingannya apple-to-apple.

    Bandingkan kota
  • 03 · DATA

    Jelajah Data

    Indikator mobilitas, iklim, dan sosial-ekonomi delapan kota dalam satu ruang kerja, berikut berkas mentah dan lisensinya.

    Buka Jelajahi Data
  • 04 · KONTEKS

    Issue Threads

    Berita dan perubahan kebijakan disusun sebagai kronologi isu, bukan feed berita lepas.

    Ikuti isu

Bukti

Di Oslo, 71% perjalanan memakai moda berkelanjutan. Di Jakarta, 25,2%. Selisihnya 45,8 poin.

Berkelanjutan berarti jalan kaki, sepeda, dan angkutan umum. Empat dari delapan kota di situs ini belum punya survei yang bisa dikutip, dan yang sudah ada pun berbeda tahun serta cakupan wilayahnya — perbedaan itu tidak disamarkan.

Sekarang

Udara dan cuaca empat kota

Disegarkan tiap 30 menit. Suhu dan curah hujan dari BMKG; PM2.5 dari model Copernicus lewat Open-Meteo — keluaran model, bukan pengukuran stasiun.

  • Jakarta

    30 °C

    Cerah Berawan · hujan 0,2 mm

    PM2.5

    44,0µg/m³

    2,9× ambang WHO

  • Bandung

    32 °C

    Cerah · hujan 0,0 mm

    PM2.5

    18,7µg/m³

    1,2× ambang WHO

  • Surabaya

    30 °C

    Cerah · hujan 0,0 mm

    PM2.5

    14,8µg/m³

    Di bawah ambang WHO

  • Semarang

    31 °C

    Cerah · hujan 0,1 mm

    PM2.5

    65,2µg/m³

    4,3× ambang WHO

PM2.5 dua puluh empat jam ke depan

Prakiraan model. Garis putus-putus adalah AQG 24 jam WHO 2021.

AQG 24 jam WHO 2021: 15 µg/m³AQG 24 jam02040608010012014016009:0012:0015:0018:0021:0000:0003:0006:00
µg/m³JakartaBandungSurabayaSemarangAQG 24 jam WHO 2021: 15 µg/m³

Sumber: BMKG dan Open-Meteo (CC BY 4.0)Delapan kota selengkapnya

Status data

Delapan kota, termasuk yang datanya belum ada

Delapan kota studi kasus, pembagian moda, dan status datanya
KotaPembagian modaBerkelanjutanStatus
JakartaIndonesia
25,2%Bersumber · 2018
BandungIndonesiaSurvei belum ditemukan di sumber primer—Belum ada data
SurabayaIndonesiaSurvei belum ditemukan di sumber primer—Belum ada data
SemarangIndonesiaSurvei belum ditemukan di sumber primer—Belum ada data
LondonBritania Raya
63,1%Bersumber · 2023
OsloNorwegia
71%Bersumber · 2024
BogotaKolombia
70%Bersumber · 2023
SingapuraSingapuraSurvei belum ditemukan di sumber primer—Belum ada data

Issue thread

Satu isu, seluruh perkembangannya

Belum ada berita yang diterbitkan. Berita dikurasi satu per satu dan baru tampil setelah sumbernya diperiksa.

  • Sumber per klaimBukan daftar pustaka generik di kaki halaman.
  • Definisi indikatorNama, unit, denominator, tahun basis, dan caveat.
  • Status data terlihatAngka bersumber dan angka yang belum ada dibedakan.
  • Perbandingan yang jujurSurvei berbeda metode tidak disamarkan jadi satu deret.