Bogota dan Jakarta sama-sama bertumpu pada bus, dengan hasil yang jauh berbeda
Dua kota berpendapatan menengah, dua sistem BRT besar, dan jarak 26,8 poin pada pangsa angkutan umum. Perbedaannya tidak terletak pada busnya.
Bogota dan Jakarta punya banyak kesamaan yang membuat keduanya layak
dibandingkan: sama-sama ibu kota negara berpendapatan menengah, sama-sama
padat, sama-sama menyimpulkan bahwa jaringan rel skala kota terlalu mahal untuk
dibangun lebih dulu, dan sama-sama memilih BRT — bus rapid transit, bus dengan
jalur khusus yang terpisah dari lalu lintas umum — sebagai tulang punggung
angkutan umumnya.
Hasilnya tidak sama.
Pembagian moda Bogota
Encuesta de Movilidad 2023, survei mobilitas resmi kota.
Pangsa angkutan umum Bogota 35 persen; Jakarta 8,2 persen. Selisihnya 26,8
poin. Perbandingan ini tidak setara umurnya, dan itu harus disebut lebih dulu —
tetapi jaraknya terlalu lebar untuk dijelaskan oleh selisih tahun saja.
Yang membedakan bukan busnya
Angka yang paling menjelaskan justru bukan pangsa angkutan umum, melainkan
pangsa sepeda motor.
Modal share sepeda motor · Jakarta
62,8%
JUTPI 2 (JICA & Bappenas), Figure 52, 2018
Modal share sepeda motor · Bogota
7,0%
Encuesta de Movilidad 2023, Secretaria Distrital de Movilidad, 2023
Enam dari sepuluh perjalanan di Jakarta memakai sepeda motor; di Bogota, kurang
dari satu dari sepuluh. Ini pembeda struktural yang tidak dihadapi Bogota
ketika membangun TransMilenio, dan ia mengubah persoalannya secara mendasar.
Sepeda motor adalah pesaing yang jauh lebih sulit dikalahkan angkutan umum
daripada mobil. Ia murah dibeli dan dioperasikan, tidak terjebak macet dengan
cara yang sama, parkirnya nyaris gratis di mana saja, dan mengantar dari titik
asal ke titik tujuan tanpa jalan kaki dan tanpa pindah moda. Sebuah koridor bus
yang berhasil menarik pengendara mobil belum tentu menyentuh pengendara motor
sama sekali — hitungan waktu dan biaya mereka berbeda.
Yang juga berbeda: jalan kaki
Modal share transportasi aktif · Bogota
35,0%
Encuesta de Movilidad 2023, Secretaria Distrital de Movilidad, 2023
Modal share transportasi aktif · Jakarta
17,0%
JUTPI 2 (JICA & Bappenas), Figure 52, 2018
Pangsa transportasi aktif Bogota kira-kira dua kali lipat Jakarta. Angka ini
sering dibaca sebagai indikator terpisah, padahal ia menopang angka angkutan
umum: setiap perjalanan bus dimulai dan diakhiri dengan berjalan kaki. Trotoar
yang tidak bisa dilalui adalah kebocoran pada sistem angkutan umum, bukan
urusan pejalan kaki semata.
Ini bagian dari penjelasan kenapa menambah koridor tanpa membenahi ratusan
meter pertama dan terakhir menghasilkan tambahan penumpang yang lebih kecil
daripada yang diperkirakan model.
Apa yang belum bisa dikatakan di sini
Perbandingan ini berhenti di pembagian moda, karena hanya itu yang sudah
bersumber untuk kedua kota. Panjang koridor, jumlah penumpang harian, dan
kecepatan rata-rata bus untuk keduanya belum kami telusuri sampai dokumen
sumbernya, jadi angkanya tidak dimunculkan di sini. Halaman
Bus Rapid Transit menjelaskan mekanismenya,
dan halaman metodologi memuat status tiap sel data.
Kesimpulan yang bisa ditarik dari angka yang ada memang terbatas, tapi tidak
lemah: memindahkan orang ke angkutan umum di kota dengan pangsa sepeda motor
setinggi Jakarta adalah persoalan yang berbeda dari yang dipecahkan Bogota.
Menyalin rancangan koridornya tanpa menghadapi persoalan sepeda motor
kemungkinan besar tidak akan menghasilkan angka yang sama.